klikwartaku.com
Beranda Nasional Salman Al Farisi: Diplomasi Multilateral Kian Penting Hadapi Krisis Global

Salman Al Farisi: Diplomasi Multilateral Kian Penting Hadapi Krisis Global

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Afrika Selatan merangkap Kerajaan Lesotho, Kerajaan Eswatini dan Botswana pada 2018-2022, Salman Al Farisi.

KLIKWARTAKU – Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Afrika Selatan, Lesotho, Eswatini, dan Botswana, Salman Al Farisi, menilai diplomasi multilateral semakin penting di tengah berbagai krisis global yang terjadi saat ini, mulai dari konflik geopolitik hingga perubahan iklim.

Menurut Salman, berbagai persoalan global tidak dapat diselesaikan secara sepihak sehingga membutuhkan kerja sama antarnegara melalui forum-forum multilateral.

“Konflik di Ukraina belum selesai, konflik di Palestina terus terjadi, kemudian muncul ketegangan yang melibatkan Iran dan berbagai negara lainnya. Belum lagi tantangan perubahan iklim yang dampaknya dirasakan seluruh dunia,” kata Salman dalam Pelatihan Dasar Diplomasi Wasathiyah yang diselenggarakan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan multilateralisme merupakan bentuk kerja sama yang melibatkan banyak negara untuk mencapai tujuan bersama, seperti menjaga perdamaian, menciptakan stabilitas, dan meningkatkan kesejahteraan global.

“Stabilitas dunia tidak bisa diwujudkan tanpa kerja sama. Karena itu, diplomasi multilateral menjadi fondasi penting untuk menghadapi berbagai tantangan global,” ujarnya.

Salman mencontohkan perubahan iklim sebagai persoalan yang memerlukan kolaborasi internasional karena dampaknya dirasakan oleh seluruh negara. Selain itu, berbagai isu lain seperti pandemi, keamanan siber, migrasi, dan kejahatan lintas negara juga membutuhkan pendekatan kolektif melalui kerja sama internasional.

Menurutnya, diplomasi multilateral berfungsi sebagai instrumen untuk membangun dialog, memediasi konflik, serta merumuskan kesepakatan bersama berdasarkan hukum internasional.

“Diplomasi multilateral adalah cara untuk mengelola kerja sama antarnegara melalui negosiasi, konsultasi, dan pencarian konsensus demi mencapai tujuan bersama,” katanya.

Salman juga mengingatkan bahwa rivalitas negara-negara besar semakin memengaruhi dinamika geopolitik dunia. Dalam situasi tersebut, negara-negara berkembang perlu memanfaatkan forum multilateral untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan menjaga keseimbangan dalam tata dunia internasional.

Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara middle power yang selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

“Indonesia perlu terus memperkuat perannya dalam berbagai forum internasional untuk menjaga perdamaian, memperjuangkan keadilan, dan menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Salman menegaskan nilai-nilai Islam Wasathiyah yang mengedepankan moderasi, keadilan, dialog, dan kerja sama sejalan dengan semangat diplomasi multilateral. Karena itu, ia berharap pelatihan yang digelar MUI dapat melahirkan kader-kader yang mampu berkontribusi dalam upaya membangun perdamaian dunia melalui pendekatan yang moderat dan konstruktif.***

Bagikan:

Iklan