klikwartaku.com
Beranda Lifestyle Berat Badan Tak Kunjung Turun? Cek 10 Penyebab Metabolisme Melambat Berikut Ini

Berat Badan Tak Kunjung Turun? Cek 10 Penyebab Metabolisme Melambat Berikut Ini

Ilustrasi Orang berolahraga untuk membantu mempercepat pembakaran kalori

KLIK WARTAKU – Metabolisme merupakan proses penting yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Ketika metabolisme berjalan lambat, tubuh akan membakar kalori lebih sedikit sehingga berat badan lebih mudah naik dan rasa lelah lebih sering muncul.

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata dapat memperlambat kerja metabolisme. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Sebuah studi pada tahun 2022 mengungkap bahwa pola hidup yang kurang tepat dapat memberikan dampak signifikan terhadap laju metabolisme tubuh. Akibatnya, proses pembakaran kalori menjadi kurang optimal dan tubuh lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Dilansir dari YourTango pada Rabu (10/6), berikut 10 kebiasaan yang tanpa disadari dapat memperlambat metabolisme beserta cara mengatasinya.

1. Terlalu Sedikit Mengonsumsi Kalori

Banyak orang mengira mengurangi makan secara drastis dapat mempercepat penurunan berat badan. Faktanya, ketika tubuh menerima kalori terlalu sedikit, tubuh justru masuk ke mode hemat energi dan memperlambat metabolisme.

Para ahli menyarankan agar kebutuhan kalori harian tetap terpenuhi. Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering juga dapat membantu menjaga metabolisme tetap aktif sepanjang hari.

2. Kurang Tidur

Tidur yang tidak cukup dapat mengurangi jumlah energi yang digunakan tubuh. Selain itu, kurang tidur juga memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Agar metabolisme tetap optimal, usahakan tidur selama enam hingga delapan jam setiap malam.

3. Sedang Mengalami Menstruasi

Pada perempuan, siklus menstruasi dapat memengaruhi metabolisme karena tubuh kehilangan zat besi yang berperan penting dalam mengangkut oksigen ke jaringan dan otot.

Mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging tanpa lemak, bayam, dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga energi dan metabolisme tetap stabil.

4. Terpapar Pestisida dari Makanan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan pestisida dalam jangka panjang berpotensi mengganggu proses metabolisme tubuh.

Untuk mengurangi risiko tersebut, memilih buah dan sayuran organik atau mencuci bahan makanan dengan benar sebelum dikonsumsi dapat menjadi langkah yang bijak.

5. Salah Memilih Jenis Makanan

Karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih berlebihan, dan makanan manis dapat menghambat pembakaran lemak.

Sebaliknya, makanan tinggi serat dan protein seperti yogurt, kacang-kacangan, serta biji-bijian dapat membantu meningkatkan metabolisme dan membuat tubuh lebih kenyang lebih lama.

6. Terlalu Lama Duduk

Di era modern, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer atau gawai. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dapat menurunkan pengeluaran energi tubuh.

Cobalah berdiri, berjalan singkat, atau melakukan peregangan setiap beberapa waktu agar metabolisme tetap aktif.

7. Jadwal Makan Tidak Teratur

Tubuh memiliki jam biologis yang membantu mengatur proses pembakaran energi. Ketika waktu makan berubah-ubah setiap hari, tubuh menjadi kurang efisien dalam membakar kalori.

Membiasakan sarapan dan makan pada jam yang relatif sama setiap hari dapat membantu menjaga metabolisme tetap optimal.

8. Kekurangan Vitamin D

Vitamin D berperan penting dalam menjaga massa otot. Semakin baik massa otot seseorang, semakin tinggi pula kemampuan tubuh membakar kalori.

Sumber vitamin D dapat diperoleh dari ikan salmon, tuna, telur, susu, serta paparan sinar matahari pagi yang cukup.

9. Terlalu Banyak Mengonsumsi Alkohol

Saat alkohol masuk ke dalam tubuh, sistem metabolisme akan memprioritaskan pemrosesan alkohol dibandingkan pembakaran lemak.

Akibatnya, lemak lebih mudah tersimpan dan berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara berlebihan.

10. Kekurangan Kalsium

Kalsium tidak hanya penting untuk kesehatan tulang, tetapi juga berperan dalam proses metabolisme lemak.

Mengonsumsi susu rendah lemak, yogurt, keju, serta makanan yang diperkaya kalsium dapat membantu tubuh mengelola lemak dengan lebih baik.

Kesimpulan

Metabolisme yang lambat tidak selalu disebabkan oleh faktor usia atau genetik. Kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur, terlalu lama duduk, pola makan yang tidak teratur, hingga kekurangan nutrisi tertentu ternyata dapat berpengaruh besar terhadap kemampuan tubuh membakar kalori.

Dengan memperbaiki pola hidup dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian, metabolisme dapat bekerja lebih optimal sehingga tubuh menjadi lebih sehat, bertenaga, dan lebih mudah menjaga berat badan ideal.

Bagikan:

Iklan