klikwartaku.com
Beranda Internasional Serangan Israel di Gaza Tewaskan Warga Sipil Meski Gencatan Senjata Berlaku

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Warga Sipil Meski Gencatan Senjata Berlaku

Serangan Israel di Gaza menewaskan sejumlah warga sipil dalam dua hari terakhir meski gencatan senjata masih berlaku, disertai kekerasan di Tepi Barat. Foto: Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English

KLIKWARTAKU — Serangan militer Israel dilaporkan menewaskan sejumlah warga Palestina di Jalur Gaza dalam dua hari terakhir, meskipun kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas disebut masih berlangsung.

Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Bassal, mengatakan dua bersaudara tewas akibat serangan drone Israel di wilayah Beit Lahiya, Gaza utara, pada Kamis. Serangan tersebut terjadi di area yang disebut berada di luar zona kendali militer Israel dalam kerangka gencatan senjata.

Pada hari yang sama, seorang anak berusia sembilan tahun dilaporkan tewas setelah ditembak di kawasan Zeitoun, timur Kota Gaza. Korban lain, seorang pria berusia 38 tahun, juga tewas akibat tembakan di selatan Khan Younis. Sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka setelah pasukan Israel menembaki rumah dan tenda pengungsi di dekat kamp pengungsi Maghazi.

Kekerasan berlanjut pada Jumat, ketika tiga warga Palestina kembali dilaporkan tewas. Dua di antaranya ditembak saat mengangkut air di kawasan Shujayea, sementara satu korban lainnya tewas akibat serangan drone yang menghantam fasilitas desalinasi air.

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat lebih dari 2.400 pelanggaran gencatan senjata sejak kesepakatan dimulai pada Oktober lalu. Pelanggaran tersebut meliputi pembunuhan, penangkapan, hingga pembatasan akses bantuan.

Menurut otoritas kesehatan setempat, jumlah korban tewas sejak Oktober 2023 telah melampaui 72.000 orang, termasuk ratusan korban setelah gencatan senjata diberlakukan.

Laporan dari UN Women juga menyoroti dampak konflik terhadap perempuan dan anak. Lembaga tersebut menyebut rata-rata sedikitnya 47 perempuan dan anak perempuan tewas setiap hari selama perang berlangsung. “Perempuan dan anak perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak dibandingkan konflik sebelumnya di Gaza,” kata pejabat UN Women, Sofia Calltorp.

Sementara itu, situasi di Tepi Barat juga dilaporkan memanas. Aktivis setempat menyebut pemukim Israel membakar kendaraan dan menyerang rumah warga Palestina di wilayah selatan Hebron. Serangan tersebut terjadi di kawasan dekat permukiman ilegal Otniel, di mana dua kendaraan milik warga Palestina dilaporkan hangus terbakar.

Pasukan Israel juga melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah, termasuk ar-Ram di utara Yerusalem dan kota Nablus. Dalam operasi tersebut, puluhan warga Palestina dilaporkan ditangkap tanpa surat perintah.

Data dari organisasi hak asasi manusia Palestina, Addameer, menunjukkan sekitar 9.600 tahanan politik Palestina saat ini berada di penjara Israel, termasuk ratusan anak-anak dan perempuan. Ribuan di antaranya ditahan tanpa dakwaan melalui mekanisme penahanan administratif.

Sejumlah pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai situasi di Tepi Barat menunjukkan pola kekerasan sistematis, termasuk pengusiran paksa, perusakan rumah, dan serangan terhadap warga sipil. Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun gencatan senjata diberlakukan, konflik di Gaza dan wilayah Palestina lainnya masih terus berlangsung dengan dampak kemanusiaan yang luas.***

Bagikan:

Iklan