Serangan Rusia ke Apartemen di Kharkiv Tewaskan 10 Orang, Ukraina Laporkan Ratusan Drone Diluncurkan
KLIKWARTAKU — Serangan udara Rusia menghantam sebuah gedung apartemen di kota Kharkiv, Ukraina, pada Sabtu pagi, 7 Maret 2026. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas, termasuk anak-anak, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban di bawah puing-puing bangunan yang runtuh akibat serangan tersebut.
Gubernur wilayah Kharkiv, Oleg Synegubov, menjelaskan bahwa rudal Rusia menghantam bangunan tempat tinggal setinggi lima lantai. Serangan itu menyebabkan kerusakan berat pada bangunan serta infrastruktur di sekitarnya.
Menurut Synegubov, korban tewas termasuk seorang perempuan berusia 65 tahun, pria 40 tahun, serta seorang remaja perempuan berusia 13 tahun. Tim penyelamat kemudian menemukan empat korban lain, termasuk seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, di antara reruntuhan.
Selain bangunan yang menjadi sasaran langsung, sedikitnya tujuh gedung apartemen lain turut mengalami kerusakan. Serangan tersebut juga merusak jaringan listrik dan sebuah gedung administrasi di kota itu.
Zelensky mengatakan sedikitnya 10 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk beberapa anak. Ia menambahkan kemungkinan masih ada korban yang terjebak di bawah puing bangunan. “Semua layanan darurat sedang bekerja di lokasi untuk menyelamatkan mereka,” kata Zelensky.
Rusia Luncurkan Puluhan Rudal dan Ratusan Drone
Dalam pernyataannya, Zelensky menyebut Rusia meluncurkan sedikitnya 29 rudal dan sekitar 480 drone dalam serangan semalam yang menargetkan sejumlah wilayah Ukraina.
Serangan tersebut, kata dia, menyasar fasilitas energi di Kyiv, Khmelnytskyi, dan Chernivtsi, serta jaringan rel kereta api di wilayah Zhytomyr. “Kami membutuhkan respons dari para mitra terhadap serangan brutal yang merenggut nyawa ini,” ujar Zelensky.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi penggunaan drone dalam operasi militer tersebut. Melalui kantor berita Interfax, Rusia menyatakan serangan ditujukan ke fasilitas militer Ukraina, termasuk pangkalan udara dan infrastruktur energi.
Serangan Juga Terjadi di Beberapa Wilayah
Serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah lain Ukraina. Kepala Administrasi Militer Regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengatakan satu orang tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan Rusia di distrik Nikopol.
Menurut Ganzha, wilayah tersebut menjadi sasaran sekitar 20 serangan menggunakan drone, artileri, dan roket. Di wilayah Zaporizhzhia, serangan terpisah dilaporkan melukai seorang bayi. Sementara itu di kota Chuguiv, wilayah Kharkiv, Wali Kota Halyna Minayeva mengatakan dua orang terluka setelah drone menghantam sebuah rumah di pusat kota.
Serangan udara terbaru ini kembali memicu peringatan serangan udara di berbagai wilayah Ukraina, termasuk Dnipropetrovsk dan Zaporizhzhia. Bahkan, Angkatan Udara Polandia dilaporkan mengerahkan jet tempur untuk mengamankan wilayah udaranya yang berbatasan langsung dengan Ukraina sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi serangan.***









