klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Krimhum Empat ABK WNI Korban Penculikan Perompak di Gabon Berhasil Dibebaskan

Empat ABK WNI Korban Penculikan Perompak di Gabon Berhasil Dibebaskan

FOTO: Empat ABK WNI korban penculikan perompak di perairan Gabon pada Januari 2026 berhasil dibebaskan setelah negosiasi panjang dan kini berada di Lagos, Nigeria. (Dok. TNI)

KLIKWARTAKU — Empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang sebelumnya menjadi korban penculikan perompak di perairan Gabon akhirnya berhasil dibebaskan setelah melalui proses negosiasi yang panjang.

Dikutip dari laman resmi Mabes TNI, pembebasan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif berbagai pihak, termasuk Atase Pertahanan (Athan) Republik Indonesia di Abuja, Nigeria.

Keempat ABK WNI tersebut sebelumnya diculik oleh perompak, pada 11 Januari 2026 di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Setelah hampir dua bulan berada dalam penyanderaan, mereka akhirnya dibebaskan bersama lima sandera lainnya.

Atase Pertahanan RI di Abuja yang turut menjemput para korban menyampaikan bahwa proses pembebasan berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 22.05 waktu setempat. Setelah dibebaskan, para sandera kemudian dibawa menuju Lagos, Nigeria, dan tiba pada Jumat 6 Maret 2026.

Pembebasan itu merupakan hasil dari proses negosiasi yang cukup panjang dengan para pembajak. Kesepakatan pembebasan akhirnya tercapai pada 3 Maret 2026, yang kemudian membuka jalan bagi pembebasan sembilan sandera secara keseluruhan, termasuk empat warga negara Indonesia.

Adapun empat ABK WNI yang berhasil dibebaskan tersebut yakni Abdul Ajis, Aditia Permana, Mohamad Fardan Mubarok, dan Eka Trenggana.

Saat ini, keempat ABK tersebut untuk sementara ditempatkan di fasilitas penampungan yang aman di Lagos. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi fisik dan kesehatan setelah melalui masa penyanderaan.

Keberhasilan pembebasan para ABK itu merupakan hasil koordinasi dan komunikasi yang efektif antara Athan RI di Abuja, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abuja, Kedutaan Besar Tiongkok di Gabon, perusahaan IB Fish, Atase Pertahanan Tiongkok di Abuja, serta Ketua Komunitas Tiongkok di Lagos.

Upaya bersama tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam menangani kasus penculikan dan perompakan di wilayah perairan Afrika yang masih rawan terhadap aksi kejahatan maritim.***

Bagikan:

Iklan