klikwartaku.com
Beranda Internasional Stadion Azteca Jadi Arena Pertama Tuan Rumah Tiga Piala Dunia, Berikut Catatan Sejarahnya

Stadion Azteca Jadi Arena Pertama Tuan Rumah Tiga Piala Dunia, Berikut Catatan Sejarahnya

Stadion Azteca di Mexico City akan mencetak sejarah sebagai stadion pertama yang menjadi tuan rumah pertandingan di tiga edisi Piala Dunia berbeda. Foto: Tangkapan layar YouTube Associated Press

KLIKWARTAKU — Estadio Azteca kembali menjadi sorotan dunia menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Stadion legendaris di Mexico City itu akan mencatat sejarah sebagai arena pertama yang menjadi tuan rumah pertandingan di tiga edisi Piala Dunia berbeda.

Stadion berkapasitas sekitar 83 ribu penonton tersebut dijadwalkan menggelar laga pembuka Piala Dunia 2026 sekaligus menjadi lokasi upacara pembukaan turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola itu.

Legenda sepak bola Brasil, Pele, pernah menggambarkan Azteca sebagai stadion dengan atmosfer yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. “Ada sesuatu yang sangat istimewa tentang Azteca. Anda harus berada di dalamnya untuk memahaminya,” kata Pele.

Pele mengangkat trofi Piala Dunia ketiganya di stadion tersebut setelah Brasil mengalahkan Italia 4-1 pada final Piala Dunia 1970. Selain final bersejarah itu, Stadion Azteca juga menjadi saksi salah satu semifinal terbaik sepanjang masa ketika Italia menundukkan Jerman Barat 4-3 setelah perpanjangan waktu.

Stadion ini dibangun mulai 1961 dan selesai lima tahun kemudian. Pertandingan perdana digelar pada 1966 antara klub Meksiko Club America melawan Torino dari Italia yang disaksikan lebih dari 107 ribu penonton.

Azteca kemudian digunakan dalam Olimpiade Mexico City 1968 sebelum menjadi stadion utama Piala Dunia 1970, turnamen pertama yang digelar di luar Eropa dan Amerika Selatan. Enam belas tahun kemudian, stadion tersebut kembali menjadi pusat perhatian dunia saat Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 1986.

Momen paling ikonik terjadi pada laga perempat final antara Argentina dan Inggris ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial “Tangan Tuhan”. Gol itu tercipta setelah Maradona meninju bola menggunakan tangan kirinya ke gawang Inggris yang dijaga Peter Shilton. Wasit tetap mengesahkan gol tersebut meski diprotes pemain Inggris.

Beberapa menit kemudian, Maradona kembali mencetak gol spektakuler setelah menggiring bola melewati sejumlah pemain Inggris. Gol tersebut hingga kini dianggap sebagai salah satu gol individu terbaik dalam sejarah sepak bola. Argentina akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Jerman Barat 3-2 di final yang juga berlangsung di Azteca.

Menjelang Piala Dunia 2026, stadion ikonik itu menjalani renovasi hampir dua tahun. Pekerjaan meliputi pemasangan kursi baru, pembaruan ruang ganti, peningkatan sistem pencahayaan, hingga pembangunan ulang jembatan pejalan kaki yang terhubung dengan jaringan transportasi lokal.

Meski sempat mengalami keterlambatan, stadion resmi dibuka kembali pada Maret 2026 lewat laga persahabatan antara Timnas Meksiko dan Portugal yang berakhir imbang tanpa gol. Selain sejarah panjangnya, Azteca juga dikenal sebagai salah satu stadion paling menantang bagi tim tamu karena berada di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut.

Kondisi udara tipis di Mexico City diperkirakan akan memengaruhi stamina pemain selama pertandingan berlangsung. Kepala ilmu olahraga Precision Fuel & Hydration, Sam Shepherd, mengatakan pemain kemungkinan akan mengalami kelelahan lebih cepat dan peningkatan detak jantung saat bertanding di stadion tersebut.

Untuk mengurangi dampak adaptasi ketinggian, ilmuwan olahraga biasanya menyarankan tim tiba lebih awal setidaknya dua pekan sebelum pertandingan atau menggunakan metode datang mendekati hari laga.

Pada Piala Dunia 2026, Stadion Azteca akan menjadi tuan rumah lima pertandingan termasuk laga pembuka dan sejumlah pertandingan fase gugur. Timnas Meksiko juga dijadwalkan memainkan dua laga fase grup di stadion bersejarah tersebut.***

Bagikan:

Iklan