klikwartaku.com
Beranda Nasional Pemerintah: Kritik Publik Jadi Bahan Evaluasi Program MBG

Pemerintah: Kritik Publik Jadi Bahan Evaluasi Program MBG

Ilustrasi MBG

KLIKWARTAKU – Pemerintah menegaskan kritik, saran, dan pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

Tenaga Ahli Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Hariqo Satria, mengatakan pemerintah terbuka terhadap setiap masukan yang disampaikan masyarakat, mulai dari kualitas makanan, pelayanan dapur penyedia, hingga dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program.

“Kritik dan masukan konstruktif sangat berharga karena membantu pemerintah menemukan hal-hal yang harus segera disempurnakan,” kata Hariqo.

Menurut Hariqo, Presiden Prabowo Subianto berulang kali menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari proses perbaikan kebijakan.

Ia juga membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya larangan mengkritik Program MBG. Menurutnya, pemerintah tidak melakukan intimidasi maupun kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik atau laporan terkait pelaksanaan program.

Sebagai tindak lanjut atas berbagai masukan publik, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah pembenahan. Di antaranya menutup 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPBG) yang dinilai tidak memenuhi standar kebersihan, kesehatan, maupun pengelolaan limbah.

Selain itu, BGN juga menjatuhkan sanksi disiplin hingga memberhentikan ratusan pegawai yang dinilai tidak menjalankan tugas secara profesional.

Untuk memperkuat pengawasan, BGN telah membentuk Pusat Layanan Terpadu dan Media Center sebagai saluran resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan, pertanyaan, maupun pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG.

Hariqo menegaskan Program MBG dibiayai dari anggaran negara sehingga pengawasan masyarakat diperlukan agar pelaksanaannya tetap akuntabel dan tepat sasaran.

“Program ini menggunakan uang rakyat. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaannya sangat penting agar manfaatnya benar-benar diterima oleh masyarakat dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, Program MBG masih berada dalam tahap pengembangan sehingga penyempurnaan akan terus dilakukan seiring pelaksanaannya.

“Partisipasi dan kritik masyarakat menjadi salah satu kunci agar program ini terus berkembang dan semakin baik,” katanya.***

Bagikan:

Iklan