klikwartaku.com
Beranda Internasional Pernikahan Donald Trump Jr. Dibiayai Oligarki Rusia, Hadiah Mewah Picu Sorotan Etik

Pernikahan Donald Trump Jr. Dibiayai Oligarki Rusia, Hadiah Mewah Picu Sorotan Etik

Pernikahan Donald Trump Jr dan Bettina Trump di Bahama sebagian dibiayai Umar Kremlev, tokoh Rusia yang dekat dengan Vladimir Putin. Foto: Tangkapan layar YouTube New York Post

KLIKWARTAKU — Pernikahan Donald Trump Jr., putra sulung Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali menjadi sorotan. Bukan karena pesta mewah di Bahama, melainkan karena sebagian biaya perayaannya disebut dibayarkan Umar Kremlev, tokoh Rusia yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Vladimir Putin.

Trump Jr. dan istrinya, Bettina Trump, mengonfirmasi informasi tersebut melalui unggahan di Instagram pada Senin. Mereka menyebut Kremlev, yang mereka sebut sebagai teman dekat, membiayai sebagian dari dua malam rangkaian pesta pernikahan mereka di sebuah pulau pribadi di Bahama.

Pasangan tersebut menyebut pemberian itu sebagai hadiah pernikahan dari seorang teman. “Teman baik kami Umar dengan sangat murah hati menjadi tuan rumah untuk dua malam perayaan luar biasa bagi kami setelah pernikahan,” kata pasangan itu dalam pernyataan yang diunggah di Instagram.

Pernyataan tersebut muncul setelah media investigasi ProPublica melaporkan bahwa Kremlev mengeluarkan biaya hingga ratusan ribu dolar AS, atau setara sekitar Rp5,8 miliar atau lebih, untuk rangkaian perayaan tersebut. Nilai rupiah menggunakan asumsi kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS dan dapat berubah mengikuti nilai tukar.

Trump Jr. dan Bettina Trump menikah pada Mei 2026 di sebuah pulau pribadi di Bahama. Perayaan kemudian berlanjut selama dua hari di pulau lain. Menurut laporan ProPublica, lokasi tersebut disewakan dengan harga sekitar US$100.000 per malam, atau sekitar Rp1,6 miliar.

Kremlev disebut turut menanggung berbagai biaya pesta lainnya. Salah satunya pertunjukan kembang api yang nilainya diperkirakan sekitar US$70.000, setara Rp1,12 miliar. Total biaya yang dibayarkan Kremlev disebut mencapai ratusan ribu dolar.

Kremlev menghadiri sebagian rangkaian pernikahan tersebut. Sejumlah anggota keluarga Trump juga hadir, termasuk Ivanka Trump dan suaminya, Jared Kushner. Kushner sebelumnya terlibat dalam sejumlah upaya diplomatik Amerika Serikat terkait Iran, Rusia, dan kawasan Timur Tengah.

Nama Umar Kremlev membuat persoalan pesta pernikahan tersebut menjadi lebih sensitif. Kremlev merupakan pemimpin International Boxing Association atau IBA. Organisasi tersebut mendapatkan pendanaan dari perusahaan energi Rusia Gazprom yang didukung negara.

Komite Olimpiade Internasional sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap IBA, antara lain karena persoalan yang berkaitan dengan hubungan organisasi tersebut dengan Gazprom. Kremlev juga pernah menjadi bagian delegasi yang berkunjung ke Cina bersama Putin. Presiden Rusia itu bahkan menganugerahkan Order of Friendship, salah satu penghargaan negara Rusia, kepada Kremlev.

Karena kedekatan tersebut, kelompok pemantau etika di Amerika Serikat menilai pemberian bernilai besar kepada keluarga presiden dapat menimbulkan persoalan persepsi.

Jordan Libowitz, wakil presiden komunikasi Citizens for Responsibility and Ethics in Washington (CREW), mengatakan seseorang biasanya tidak memberikan hadiah bernilai ratusan ribu dolar kepada kenalan secara cuma-cuma tanpa kepentingan tertentu.

Menurut dia, persoalan utamanya bukan hanya apakah hadiah tersebut melanggar hukum, melainkan bagaimana pemberian itu terlihat di mata publik. “Orang tidak begitu saja memberikan ratusan ribu dolar kepada seorang kenalan tanpa menginginkan sesuatu,” kata Libowitz.

Juru bicara Donald Trump Jr. mengatakan kepada ProPublica bahwa hubungan Trump Jr. dan Kremlev bersifat personal. Keduanya disebut berteman dan tidak memiliki hubungan bisnis. Kantor Kremlev juga memberikan pernyataan serupa kepada ProPublica. Mereka menyebut Kremlev dan Trump Jr. memiliki hubungan pertemanan dan telah saling mengenal selama beberapa tahun.

Trump Jr. sendiri merupakan warga negara biasa dan bukan pejabat pemerintah Amerika Serikat. Karena itu, aturan yang secara khusus melarang pejabat menerima hadiah dari warga negara asing tidak secara langsung berlaku kepadanya.

Namun, status tersebut tidak serta-merta menghilangkan persoalan etik. Trump Jr. merupakan putra presiden yang sedang menjabat. Ayahnya juga memiliki hubungan diplomatik dan politik yang kompleks dengan Rusia serta pemerintahan Putin.

Hubungan keluarga Trump dengan Rusia telah lama menjadi isu sensitif di Washington. Dalam pemilu presiden 2016, kampanye Donald Trump dan anggota keluarganya menghadapi sorotan terkait dugaan hubungan dengan pihak Rusia. Persoalan tersebut kemudian melahirkan penyelidikan penasihat khusus.

Trump Jr. juga pernah menjadi perhatian dalam penyelidikan itu setelah mengatur pertemuan di Trump Tower dengan seorang tokoh yang memiliki hubungan dengan Rusia selama kampanye 2016. Kini, hampir satu dekade kemudian, nama Rusia kembali muncul di tengah keluarga Trump—kali ini melalui pesta pernikahan.

Bagi kelompok pengawas etika, persoalannya bukan sekadar siapa yang membayar pesta. Libowitz mengatakan Donald Trump, yang merupakan miliarder, atau Trump Jr., yang menurut Forbes memiliki kekayaan sekitar US$300 juta atau sekitar Rp4,8 triliun, sebenarnya mampu membiayai pesta tersebut sendiri.

Menurut dia, pembayaran oleh orang yang memiliki hubungan dengan lingkaran Putin dapat menciptakan persepsi konflik kepentingan yang sebenarnya bisa dihindari. Gedung Putih belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut. Sementara itu, Trump Jr. dan Bettina Trump mempertahankan narasi bahwa biaya tersebut merupakan hadiah dari seorang teman.

Di tengah hubungan Amerika Serikat dan Rusia yang tetap menjadi isu geopolitik penting, hadiah pernikahan bernilai miliaran rupiah itu kini menghadirkan pertanyaan yang lebih besar: kapan sebuah hadiah pribadi berubah menjadi persoalan kepentingan publik? ***

Bagikan:

Iklan