klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Krimhum Kantor BUMN Konstruksi di Jakarta Timur Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Rp1,1 Triliun

Kantor BUMN Konstruksi di Jakarta Timur Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Rp1,1 Triliun

Ilustrasi

KLIKWARTAKU — Penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri melakukan penggeledahan di kantor salah satu badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi di Jalan D.I. Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa 9 Juni 2026.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik.

Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek revitalisasi dan modernisasi Pabrik Gula (PG) Assembagoes di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Kepala Tim Penyidik Dittindak Kortas Tipidkor Polri, Kombes Pol Gunawan, mengatakan barang bukti yang diamankan berupa dokumen dalam bentuk fisik maupun digital yang diduga berkaitan dengan proyek tersebut.

“Barang buktinya, dokumen-dokumen dalam bentuk soft copy maupun hard copy. Barang bukti elektronik juga ada dalam bentuk email,” kata Gunawan kepada wartawan di Jakarta Timur.

Gunawan menjelaskan penggeledahan dilakukan di lantai 3 dan lantai 12 gedung BUMN konstruksi tersebut. Sejumlah ruangan yang dianggap memiliki keterkaitan dengan perkara turut diperiksa oleh tim penyidik.

“Tentunya di lantai itu banyak ruangan-ruangan yang kami akses, yang kami anggap atau kami duga ada bukti-bukti yang memiliki relevansi dengan proses penyidikan yang kami laksanakan,” ujarnya.

Meski demikian, Gunawan tidak merinci ruangan mana saja yang menjadi fokus penggeledahan. Dia menegaskan seluruh proses penyidikan, termasuk penggeledahan yang dilakukan, berjalan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain kantor BUMN konstruksi di Jakarta Timur, dia menambahkan, penyidik juga menggeledah tiga lokasi lainnya pada hari yang sama. Lokasi tersebut yakni rumah Direktur Utama PT Multinas Indonesia, Tjahjadi Dajadibrata, di kawasan Galaxy Bumi Permai, Surabaya, kantor PT Multinas Tjahja Sejahtera di Ruko Klampis Megah, Surabaya, serta kantor PT Barata Indonesia di Jalan Veteran Nomor 241, Gresik, Jawa Timur.

Menurutnya, penyidikan tersebut berkaitan dengan proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes yang berlangsung sejak 2016 hingga 2022. Proyek tersebut merupakan bagian dari program strategis BUMN yang mendapatkan dukungan pendanaan negara melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp650 miliar serta tambahan pinjaman lebih dari Rp462 miliar.

Namun dalam pelaksanaannya, proyek tersebut diduga tidak mencapai sejumlah target utama yang telah ditetapkan. Beberapa target yang gagal dipenuhi antara lain kapasitas giling tebu, kualitas produk gula yang dihasilkan, serta produksi listrik untuk kebutuhan ekspor.

Gunawan mengatakan, atas kondisi tersebut, penyidik kini mendalami dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp1,1 triliun tersebut.

“Hingga saat ini, kami masih melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti dan keterangan yang diperoleh. Proses penyelidikan dan penyidikan akan terus dilakukan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya unsur tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut,” pungkasnya. ***

Bagikan:

Iklan