Ipda Hilal, Polisi Pendakwah yang Mengabdikan Diri untuk Yatim dan Jemaah Haji
KLIKWARTAKU —Â Pengabdian Ipda Hilal kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas kepolisian, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan dakwah yang telah ia jalani selama bertahun-tahun.
Kini, dedikasi tersebut berlanjut di Tanah Suci setelah dirinya dipercaya menjadi Petugas Haji pada Unit Perlindungan Jemaah.
Sebelum bertugas melayani jemaah haji Indonesia, personel Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulawesi Selatan itu telah dikenal luas sebagai sosok polisi yang aktif membangun kegiatan sosial dan keagamaan.
Salah satu kiprahnya adalah mendirikan Rumah Yatim dan Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al Hilal di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Perjalanan pengabdiannya bermula dari kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu yang masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses pendidikan maupun kehidupan yang layak.
Ipda Hilal yang dikenal sebagai Dai Polri dan Dai Kamtibmas tersebut memiliki rekam jejak yang cukup panjang di dunia dakwah. Ia pernah menjadi Finalis Dai Polisi TVRI tahun 2021, Finalis Dai Muda Indonesia (DMI) MNC TV tahun 2014, serta Finalis Akademi Syiar Indonesia (AKSI) Indosiar tahun 2015.
Selain aktif berdakwah, ia juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Peduli Yatim dan Masjid, Pembina Komunitas Man Jadda Wajada Makassar, serta Koordinator Wilayah Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, ini merupakan sebuah kesyukuran dan kehormatan bagi saya karena diberi kesempatan menjadi petugas haji. Tugas ini adalah amanah besar untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” kata Hilal dikuti dari laman resmi Media Hub Polri, Minggu 7 Juni 2026.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya akan mendapatkan kesempatan bertugas di Tanah Suci sebagai petugas haji. Selama ini, fokus pengabdiannya lebih banyak dicurahkan pada kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat melalui Rumah Yatim dan Pondok Tahfidz Al-Qur’an yang didirikannya.
Rumah Yatim dan Pondok Tahfidz Al Hilal dibangun pada tahun 2019 di atas tanah milik pribadi dengan memanfaatkan tabungan pribadinya sebagai modal awal pembangunan. Berkat dukungan para donatur, yayasan tersebut kemudian berkembang dan resmi diresmikan pada 10 April 2021.
Tidak hanya menjadi tempat tinggal dan pembinaan bagi anak-anak yatim, pondok tersebut juga menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat sekitar. Setiap sore, para santri dari berbagai daerah datang untuk belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Selain itu, kegiatan majelis ilmu bagi kaum ibu juga rutin dilaksanakan setiap pekan sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan masyarakat.
Hingga saat ini, puluhan santri dan sekitar 30 ibu-ibu tercatat aktif mengikuti kegiatan belajar dan tahfidz Al-Qur’an di Rumah Yatim dan Pondok Tahfidz Al Hilal. Seluruh program pendidikan tersebut diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan keagamaan yang mudah dijangkau masyarakat.
Bagi Hilal, apa yang dilakukannya merupakan bagian dari implementasi tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Menurutnya, pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Kini, semangat pelayanan yang selama ini diwujudkannya melalui dakwah, pembinaan anak yatim, dan berbagai kegiatan sosial kembali diwujudkan di Tanah Suci. Sebagai Petugas Haji pada fungsi Perlindungan Jemaah, ia berupaya memastikan para jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat amanah ini. Semoga dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjadi bagian dari upaya melindungi serta membantu jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci,” pungkasnya. ***









