Indonesia Perkuat Kerja Sama D-8 Meski KTT Ditunda
KLIKWARTAKU – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama antarnegara anggota D-8 melalui berbagai kegiatan strategis, meskipun pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 untuk sementara ditunda.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru H. Subolo, mengatakan penguatan kerja sama tetap dilakukan melalui berbagai forum yang membahas tantangan bersama negara-negara anggota.
Menurut Heru, kolaborasi antara pemerintah, kalangan akademisi, dan para ahli sangat penting untuk menghasilkan perspektif, rekomendasi, dan solusi yang inovatif serta inklusif dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Diskusi memfokuskan pembahasan pada dua dari lima prioritas keketuaan Indonesia di D-8, yakni ketahanan energi di tengah ketidakpastian global dan ketahanan pangan saat krisis.
Forum tersebut menyimpulkan bahwa ketahanan energi dan pangan hanya dapat terwujud melalui ekosistem yang berkelanjutan, mencakup jaminan pasokan, ruang fiskal yang sehat, transisi yang adil, serta dukungan masyarakat yang kuat.
Selain itu, peserta diskusi menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai pilar masyarakat yang mampu membangun kesadaran bersama sekaligus mendorong lahirnya berbagai solusi konkret terhadap persoalan global.
Wakil Rektor Unair Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development, Muhammad Miftahussurur, menilai perguruan tinggi dapat menjadi katalisator dalam mengimplementasikan berbagai rekomendasi yang dihasilkan forum tersebut.
Sementara itu, Deputi II Bidang Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam, Muhammad K. Koba, menyebut D-8 memiliki karakter unik sebagai aliansi ekonomi negara-negara berkembang yang mencakup kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.
Menurutnya, karakter tersebut menjadikan D-8 berpotensi tampil sebagai kelompok kekuatan menengah yang mampu menjadi penyeimbang di tengah rivalitas negara-negara besar, fragmentasi tatanan global, serta meningkatnya kecenderungan proteksionisme.
D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang beranggotakan Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Pakistan, dan Turkiye. ***







