Agen Federal AS Selidiki Pusat Penitipan Anak di Minneapolis Usai Tuduhan Penipuan Dana Publik
KLIKWARTAKU — Aparat federal Amerika Serikat tengah menyelidiki sejumlah pusat penitipan anak (daycare) di Minneapolis, Minnesota, menyusul beredarnya video viral yang menuding adanya penipuan dana publik oleh lembaga yang dikelola komunitas Somalia.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS (Department of Homeland Security/DHS), Kristi Noem, mengonfirmasi bahwa agen imigrasi federal telah diterjunkan ke lapangan. Dalam unggahannya di media sosial X, Noem menyebut penyelidikan ini sebagai bagian dari operasi besar untuk mengungkap dugaan penipuan childcare dan praktik curang lainnya.
Penyelidikan tersebut mencuat setelah YouTuber sayap kanan Nick Shirley mengunggah video yang menuding hampir selusin pusat penitipan anak menerima dana pemerintah tanpa benar-benar memberikan layanan. Video itu telah ditonton jutaan kali dan memicu perdebatan luas di media sosial.
Negara Bagian Bantah Tuduhan
Pejabat negara bagian Minnesota langsung merespons tudingan tersebut. Komisioner Departemen Anak, Remaja, dan Keluarga Minnesota, Tikki Brown, menegaskan bahwa lokasi-lokasi yang disebutkan dalam video telah menjalani inspeksi rutin oleh regulator.
“Kami memang memiliki pertanyaan soal metode yang digunakan dalam video tersebut. Namun, kami tetap menanggapi serius setiap kekhawatiran terkait potensi penipuan,” ujar Brown.
Otoritas negara bagian juga menyatakan telah kembali mengunjungi beberapa lokasi dalam pekan ini. Dari hasil kunjungan tersebut, dua pusat penitipan anak diketahui telah tutup, sementara lainnya masih beroperasi.
Temuan Media dan Penyelidikan Berjalan
Penelusuran media independen setempat menyebut tidak menemukan bukti kuat adanya penipuan. Mayoritas fasilitas yang disebutkan dalam video masih memiliki izin aktif, dan hampir semuanya telah diperiksa regulator dalam enam bulan terakhir. Salah satu lokasi yang paling disorot, Sweet Angel Daycare, terakhir diperiksa pada 4 Desember, menurut catatan negara bagian.
Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel mengatakan pihaknya telah mengetahui laporan yang beredar di media sosial dan menegaskan bahwa penyelidikan dugaan penipuan di Minnesota telah berlangsung sejak masa pandemi. “Ini mungkin baru puncak gunung es. Kami akan terus mengikuti aliran dana dan melindungi anak-anak,” tulis Patel.
Sensitivitas Politik dan Isu Imigrasi
Kasus ini muncul di tengah pengetatan kebijakan imigrasi dan penindakan kejahatan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, yang menjadikan Minneapolis sebagai salah satu fokus operasi. Minnesota merupakan rumah bagi populasi Somalia terbesar di Amerika Serikat.
Sebelumnya, Trump menuai kontroversi setelah menyatakan tidak menginginkan imigran Somalia di AS. Pernyataan tersebut memicu kritik luas dari kelompok hak asasi manusia dan pejabat Partai Demokrat.
Gubernur Minnesota Tim Walz, yang dikenal kerap berselisih pandangan dengan Trump soal imigrasi, menegaskan dukungannya terhadap penegakan hukum—namun menolak pendekatan yang menyasar komunitas tertentu.
“Kami mendukung penyelidikan dan penuntutan kejahatan. Tapi menjadikannya aksi pencitraan dan menargetkan imigran secara membabi buta bukan solusi nyata,” kata Walz.
Penyelidikan federal ini masih berlangsung dan diperkirakan akan menjadi sorotan nasional, mengingat sensitifnya isu penitipan anak, dana publik, dan imigrasi di Amerika Serikat.***









