Perjudian Amazon Melepas Mobil Tanpa Setir ke Jalan Raya, Kantongi Izin Komersial Pertama di AS
KLIKWARTAKU — Kabin berbentuk kubus itu tampak unik dari luar. Di dalamnya, tidak ada kemudi lingkar, pedal gas, apalagi kursi pengemudi. Dua baris bangku penumpang hanya saling berhadapan seperti dalam gerbong kereta mini. Namun, kendaraan berbentuk seperti kereta kuda modern buatan Zoox—anak perusahaan Amazon—itu kini resmi memegang sejarah baru dalam industri transportasi global.
Pada Kamis lalu, Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) merilis keputusan monumental. Untuk pertama kalinya, pemerintah federal memberikan izin komersial terbatas bagi armada robotaksi yang dirancang sepenuhnya tanpa kendali manual manusia.
Keluarnya lampu hijau ini membebaskan Zoox dari aturan kuno federal yang mewajibkan keberadaan roda kemudi pada setiap kendaraan bermotor. Perusahaan yang diakuisisi Amazon senilai US$ 1,2 miliar (sekitar Rp 19,44 triliun dengan kurs Rp 16.200 per dolar AS) itu kini diizinkan memungut tarif dari penumpang di Las Vegas, sebelum nantinya berekspansi ke kota-kota lain.
“Sistem yang terpasang pada Zoox melampaui persyaratan kinerja yang setara dengan kendaraan standar,” kata Administrator NHTSA, Jonathan Morrison. Walau demikian, Morrison menegaskan peluncurannya akan dilakukan bertahap dengan kuota maksimal 2.500 unit dalam dua tahun pertama.
Izin ini menjadi batu loncatan besar bagi Amazon dalam membendung dominasi Waymo, anak usaha Alphabet (induk Google) yang lebih dulu merajai pasar taksi otonom. Berbeda dari Zoox yang merancang bentuk mobil dari nol tanpa setir, Waymo masih mengandalkan armada SUV Jaguar listrik yang dimodifikasi dengan tetap mempertahankan sistem kendali manual.
Chief Executive Officer (CEO) Zoox, Aicha Evans, menyambut hangat keputusan otoritas federal tersebut. “Pencapaian ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong inovasi sambil tetap mempertahankan standar keselamatan tertinggi,” ujar Evans.
Langkah Zoox di Las Vegas merupakan awal dari cetak biru raksasa Amazon. Perusahaan e-commerce global ini berambisi memproduksi hingga 10.000 unit robotaksi per tahun dari fasilitas pabrik mereka di dekat Silicon Valley. Hingga kini, Zoox mengklaim lebih dari setengah juta orang telah menjajal layanan uji coba gratis mereka di Las Vegas dan San Francisco.
Kendaraan mungil ini dirancang mampu melaju hingga kecepatan 120 kilometer per jam, sebuah lompatan teknis yang menggiurkan bagi para pengusung teknologi pengemudi otomatis (self-driving).
Di balik eforia teknologi ini, ganjalan keselamatan masih membayangi. Sejumlah pengamat dan kelompok aktivis keselamatan jalan menyuarakan kekhawatiran keras. Mereka menilai pelonggaran regulasi berisiko mengubah jalan-jalan umum menjadi laboratorium eksperimen dunia nyata yang membahayakan nyawa warga.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, NHTSA bahkan secara khusus menegur para pengembang kendaraan otonom akibat berulangnya insiden robotaksi yang mendadak mogok di tengah jalan, menghalangi ambulans, hingga menabrak pejalan kaki.
Bahkan sebelum izin komersial ini terbit, Zoox sendiri sempat menarik kembali (recall) 105 unit armadanya untuk pembaruan perangkat lunak. Masalahnya sepele namun fatal: sensor mobil terdeteksi gagap mengenali gumpalan asap tebal saat kondisi darurat.
“Banyak janji dan bahasa muluk-muluk dari industri ini. Namun pada kenyataannya, tidak ada data terperinci yang membuktikan bahwa kendaraan tanpa setir ini benar-benar aman melintas di jalan publik,” cetus Peter Kurdock, Penasihat Hukum Utama kelompok Advocates for Highway and Auto Safety.
Kini, setelah izin mengalir dan arloji bisnis mulai berputar di Las Vegas, Amazon berada di persimpangan jalan: membuktikan bahwa visi efisiensi tanpa pengemudi adalah masa depan, atau membiarkan taruhan miliaran dolarnya tersandung isu keselamatan di tengah jalan.***








