klikwartaku.com
Beranda Pro Kalbar Kayong Utara 5.000 Bibit Kerapu Ditebar di Pelapis, Nelayan Didorong Kembangkan Budidaya

5.000 Bibit Kerapu Ditebar di Pelapis, Nelayan Didorong Kembangkan Budidaya

Pelepasan bibit kerapu di keramba jaring apung kelompok nelayan di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Bibit ikan kerapu merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat

KLIKWARTAKU — Sebanyak 5.000 bibit ikan kerapu ditebar di keramba jaring apung (KJA) milik Kelompok Nelayan Bina Warga di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Penebaran bibit tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan usaha budidaya perikanan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Bantuan bibit diberikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat dengan dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). Dukungan tersebut mencakup pendampingan dan penguatan kapasitas kelompok nelayan dalam menjalankan budidaya ikan kerapu.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Provinsi Kalimantan Barat, Bustami, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok nelayan.

“Kami berharap kelompok dapat memelihara dan membudidayakan ikan kerapu ini hingga panen, sekitar 9-12 bulan. Setelah itu, hasil budidaya dapat dijual untuk meningkatkan ekonomi kelompok,” kata Bustami usai kegiatan penebaran bibit.

Menurut dia, pendampingan menjadi faktor penting untuk memastikan budidaya berjalan optimal. Untuk itu, DKP Kalimantan Barat bersama CSR KIPP akan memberikan pendampingan teknis kepada kelompok nelayan, khususnya terkait pemeliharaan ikan kerapu.

“Pendampingan diberikan untuk pemeliharaan dan budidaya ikan kerapu, sehingga nantinya ikan dapat berkembang secara maksimal,” ujarnya.

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan dukungan CSR dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ia menilai keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi perlu diikuti pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas kelompok, serta penguatan akses pasar.

“Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta penguatan akses pasar. Dengan demikian, budidaya kerapu tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi usaha masyarakat yang produktif dan berkelanjutan,” kata Sugeng.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Bina Warga, Kusmanto, mengapresiasi dukungan DKP Provinsi Kalimantan Barat, DKP Kabupaten Kayong Utara, dan KIPP terhadap pengembangan usaha budidaya kerapu di kelompoknya.
Ia berharap keberhasilan program tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya kelompok-kelompok nelayan baru di Desa Pelapis.

“Harapan saya, semoga kelompok kami bisa berkembang dan menjadi pemicu lahirnya kelompok-kelompok berikutnya. Kalau ini bisa dikembangkan secara maksimal, tidak menutup kemungkinan kelompok lain akan semakin berminat,” ujarnya.

Kusmanto menambahkan, pendampingan tetap dibutuhkan karena meski para nelayan memahami kondisi laut, mereka masih memerlukan pengetahuan teknis dalam mengelola budidaya kerapu.

“Secara umum memang kami sebagai nelayan memahami kondisi laut. Tapi untuk budidaya kerapu, kami masih perlu pendampingan,” tukasnya. *** Julizal

Bagikan:

Iklan