Gubernur Ria Norsan Serap Aspirasi Warga Lewat Gema Membangun Desa di Kayong Utara
KLIKWARTAKU – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menghadiri malam ramah tamah program Gema Membangun Desa (GMD) di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kamis 30 Juli 2026 malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara.
Dalam sambutannya, Ria Norsan mengatakan Gema Membangun Desa merupakan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung hingga ke tingkat desa.
Selama pelaksanaan GMD, pemerintah menghadirkan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari pengobatan gratis, pasar murah, hingga pelayanan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
“Gema Membangun Desa merupakan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dari desa dan kecamatan yang kami kunjungi,” kata Norsan.
Ia menjelaskan, masyarakat juga akan diberi kesempatan berdialog langsung dengan pemerintah untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, seperti kondisi infrastruktur jalan maupun kebutuhan pembangunan lainnya.
“Nanti juga akan ada dialog interaktif dengan masyarakat. Mereka bisa menyampaikan keluhan, apakah terkait jalan atau persoalan lainnya. Seluruh OPD akan mencatat dan menindaklanjutinya untuk diimplementasikan dalam APBD Tahun 2027,” ujarnya.
Selain menyerap aspirasi, Norsan mengungkapkan pemerintah pusat tengah menyiapkan program cetak sawah di Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kabupaten Kayong Utara menjadi salah satu daerah yang dipertimbangkan dalam program tersebut. Pemerintah mengusulkan pengembangan lahan sawah seluas 10 ribu hektare.
Namun apabila usulan tersebut belum dapat direalisasikan sepenuhnya, pemerintah akan mengupayakan sedikitnya 5 ribu hektare agar program tetap dapat berjalan.
Menurut Norsan, esensi Gema Membangun Desa adalah memperkuat hubungan antara pemerintah provinsi dengan masyarakat sekaligus memastikan perencanaan pembangunan berangkat dari kebutuhan riil di tingkat desa.
“Intinya GMD ini tidak lain adalah mendekatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan masyarakat dan menyerap aspirasi masyarakat dari bawah, mulai tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Karena ujung tombak pembangunan itu ada di desa,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Kalimantan Barat beserta rombongan ke daerahnya.
Menurutnya, dipilihnya Kecamatan Teluk Batang sebagai lokasi pelaksanaan GMD menjadi kehormatan bagi masyarakat Kayong Utara.
“Saya mewakili seluruh masyarakat Kayong Utara mengucapkan selamat datang. Terima kasih atas kesediaan Bapak Gubernur dan rombongan berkunjung ke Kayong Utara serta menjadikan Kecamatan Teluk Batang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Gema Membangun Desa,” ujarnya.
Romi juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap pembangunan di Kayong Utara, khususnya peningkatan infrastruktur jalan yang dinilai telah memangkas waktu tempuh menuju Teluk Batang dari lebih dari dua jam menjadi sekitar satu jam.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal daerah, ia berharap dukungan pemerintah provinsi terhadap pembangunan di Kayong Utara terus berlanjut agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Sekali lagi terima kasih dan selamat datang di Kayong Utara. Mudah-mudahan berkesan dan membawa kenangan yang baik, serta kita dapat bertemu lagi di kesempatan berikutnya,” tukasnya. *** Julizal










