Boyman Harun Serap Aspirasi di Kayong Utara, Pastikan Program Bedah Rumah Berlanjut
KLIKWARTAKU – Setelah mengunjungi Kabupaten Ketapang, Anggota DPR RI Komisi V, Boyman Harun, melanjutkan agenda kunjungan kerja (reses) ke Kabupaten Kayong Utara.
Dalam kunjungan tersebut, Boyman menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang didominasi persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar.
Sejumlah permasalahan yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan air bersih, program bedah rumah, pembangunan infrastruktur jalan, hingga pengembangan pasar tradisional yang dinilai masih membutuhkan dukungan pemerintah.
Terkait program bedah rumah, Boyman memastikan program tersebut akan tetap berlanjut di Kabupaten Kayong Utara hingga tahun 2027 sebagai bagian dari Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan Pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
“Insyaallah dengan adanya program ini kita sudah bisa mengurangi kesusahan saudara-saudara kita yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Program ini tetap berjalan setiap tahun. Ini merupakan bagian dari Program Tiga Juta Rumah dalam lima tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Untuk tahun depan, ada sekitar 100 unit rumah yang kita bawa untuk Kayong Utara,” ujarnya usai meninjau MTs negeri 3 sukadana.
Selain perumahan, Boyman juga menyoroti persoalan penyediaan air bersih yang hingga kini masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Kayong Utara.
Menurutnya, pembangunan sistem penyediaan air bersih sangat memungkinkan dilakukan apabila pemerintah daerah segera membentuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Permasalahannya sekarang tinggal menunggu Pemerintah Kabupaten Kayong Utara membentuk PDAM. Setelah itu Balai Cipta Karya maupun Balai Sumber Daya Air akan melakukan survei untuk memastikan sumber airnya memenuhi syarat. Kalau memenuhi, insyaallah akan kita bangun,” katanya.
Ia mengungkapkan, dalam kunjungan tersebut dirinya sengaja membawa para kepala balai dari pemerintah pusat agar dapat melihat langsung kondisi di lapangan.
Boyman juga meminta Balai Cipta Karya segera melakukan survei terhadap potensi debit air di wilayah Belaban sebagai salah satu alternatif sumber air baku.
Di sektor infrastruktur jalan, Boyman menilai saat ini perubahan status jalan bukan lagi menjadi persoalan utama. Menurutnya, pemerintah pusat telah memiliki mekanisme yang memungkinkan pembangunan jalan dilakukan tanpa harus mengubah status jalan terlebih dahulu.
“Sekarang persoalan status jalan sebenarnya tidak terlalu penting. Pemerintah pusat sudah memiliki skema melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Jalan kabupaten, jalan kecamatan, maupun jalan provinsi semuanya bisa dibangun. Yang terpenting adalah anggarannya tersedia, sehingga jalan apa pun dapat kita kerjakan,” jelasnya.
Menutup kunjungannya, Boyman mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga kekompakan dalam membangun Kabupaten Kayong Utara.
Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh masyarakat.
“Pesan saya, mari kita kompak membangun Kayong Utara. Jangan ada perpecahan. Jangan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi masyarakat juga harus bersatu agar pembangunan daerah ini bisa berjalan lebih baik,” tukasnya. *** Julizal









