Gubernur Ria Norsan Tegaskan Kalbar Miniatur Indonesia, Seminar Kebangsaan Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman
KLIKWARTAKU – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui Seminar Kebangsaan bertema “Nilai Kebangkitan Nasional sebagai Cahaya di Tengah Pusaran Multikrisis Identitas Kebangsaan” yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas Kalimantan Barat di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (4/6).
Seminar tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan semangat nasionalisme, persatuan, dan kebhinekaan di tengah berbagai tantangan yang berpotensi menggerus identitas bangsa. Kegiatan ini juga mempertegas peran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjaga harmoni sosial sebagai fondasi pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan rasa bangganya terhadap Kalimantan Barat yang dikenal sebagai miniatur Indonesia. Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang hidup berdampingan secara harmonis merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga.
“Saya merasa bangga karena daerah yang kita cintai ini merupakan miniatur Indonesia. Kalimantan Barat dianugerahi berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa yang hidup berdampingan dalam harmoni. Keberagaman tersebut bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus terus kita jaga dan rawat bersama,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi dinamika kebangsaan di era modern. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas dan inovatif, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, karakter kebangsaan, serta komitmen menjaga persatuan.
“Generasi muda harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas dan inovatif, tetapi juga memiliki integritas, karakter kebangsaan yang kuat, serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat Kebangkitan Nasional dan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus memperkuat persatuan dan mendorong pembangunan yang berkeadilan.
“Mari kita jadikan semangat Kebangkitan Nasional dan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, memperkuat persatuan, serta mewujudkan Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat IKAL Lemhannas, Purnomo Yusgiantoro, mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Ia menilai forum seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat jati diri bangsa sekaligus mengaktualisasikan wawasan kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini. Seminar seperti ini sangat baik dan saya berharap tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa melalui penguatan wawasan kebangsaan,” katanya.
Melalui penyelenggaraan seminar kebangsaan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama IKAL Lemhannas menunjukkan komitmen untuk terus merawat nilai persatuan dalam keberagaman. Semangat itu diharapkan menjadi modal penting bagi Kalimantan Barat dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. **








