klikwartaku.com
Beranda Metropolitan Krimhum Tiga Anggota Brimob Terluka dalam Keributan Usai Syukuran di Labuan Bajo

Tiga Anggota Brimob Terluka dalam Keributan Usai Syukuran di Labuan Bajo

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra. (Dok. Humas Polri)

KLIKWARTAKU — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) membenarkan adanya insiden yang melibatkan sejumlah anggota Polri di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Dalam peristiwa tersebut, tiga anggota Brimob dilaporkan mengalami luka tusuk dan harus menjalani perawatan medis.

Insiden itu terjadi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis 11 Juni 2026. Ketiga korban diketahui merupakan personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT.

Korban yang mengalami luka masing-masing berinisial Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK. Saat ini ketiganya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula setelah kegiatan misa syukuran pelantikan anggota Brimob berinisial Bripda JGR.

Menurutnya, seluruh rangkaian acara awalnya berlangsung aman dan kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti.

“Situasi berubah setelah muncul kesalahpahaman yang memicu ketegangan di antara sejumlah anggota yang hadir,” kata Henry.

Henry menerangkan, Polda NTT memastikan insiden tersebut saat ini ditangani secara serius. Sebagai langkah cepat, Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko langsung melakukan koordinasi dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus mencegah berkembangnya persoalan yang dapat mengganggu hubungan baik antarinstansi.

Untuk mengungkap kronologi dan penyebab pasti kejadian, lanjut dia, TNI dan Polri sepakat membentuk tim gabungan yang melibatkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTT serta Polisi Militer Angkatan Darat.

Tim gabungan tersebut akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap fakta-fakta yang terjadi serta memastikan proses penanganan berjalan objektif dan transparan.

“Penyelidikan akan dilakukan secara profesional agar seluruh fakta dapat terungkap dengan jelas,” terangnya.

Henry menyatakan, meski terjadi insiden yang melibatkan personel kedua institusi, Polda NTT menegaskan bahwa hubungan TNI dan Polri di wilayah Nusa Tenggara Timur tetap solid dan harmonis.

Menurutnya, Kapolda NTT dan Pangdam IX/Udayana memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara bijaksana tanpa memengaruhi sinergitas yang selama ini telah terjalin.

“Kapolda dan Pangdam sepakat bahwa ini adalah kesalahpahaman yang bersifat spontan. Hubungan persaudaraan dan sinergitas TNI-Polri di NTT tetap kuat. Kami akan menyelesaikan masalah ini secara bijaksana agar tidak mengganggu tugas utama menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan,” tegasnya.

Polda NTT juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari tim gabungan yang saat ini sedang bekerja mengusut insiden tersebut.***

Bagikan:

Iklan