klikwartaku.com
Beranda Ekonomi Siapa Pengganti Perry Warjiyo? Destry Damayanti hingga Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Gubernur BI

Siapa Pengganti Perry Warjiyo? Destry Damayanti hingga Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Gubernur BI

Gedung Bank Indonesia

 

KLIKWARTAKU – Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) memunculkan spekulasi mengenai sosok yang akan memimpin bank sentral selanjutnya. Sejumlah nama mulai mengemuka, mulai dari Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti hingga Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono.

Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden berwenang mengajukan calon Gubernur BI kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Hingga Senin (27/7/2026), pemerintah belum mengumumkan nama calon definitif yang akan diajukan ke parlemen.

Nama yang paling banyak disebut sebagai kandidat kuat adalah Destry Damayanti. Selain kini menjabat sebagai Pelaksana Sementara (Pjs) Gubernur BI, Destry dinilai memiliki pengalaman panjang di Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sejumlah analis menilai penunjukan Destry akan memberikan kepastian dan menjaga kesinambungan kebijakan moneter sehingga lebih mudah diterima pelaku pasar.

Selain Destry, Thomas Djiwandono juga masuk dalam bursa calon. Thomas baru dilantik sebagai Deputi Gubernur BI pada awal 2026 setelah sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan. Kehadirannya di Dewan Gubernur BI dinilai memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa masa pengabdiannya di BI masih relatif singkat sehingga promosi menjadi gubernur dalam waktu dekat berpotensi menimbulkan pertanyaan dari pasar mengenai proses suksesi di bank sentral.

Pengamat juga menyebut masih terbuka peluang munculnya nama lain dari internal Bank Indonesia. Sebelumnya, dalam proses pengisian jabatan Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengusulkan beberapa pejabat senior seperti Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro, yang sama-sama memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan moneter dan makroprudensial. Kehadiran nama-nama tersebut menunjukkan BI masih memiliki stok teknokrat yang dinilai kompeten untuk menduduki posisi strategis.

Para analis menilai siapa pun yang terpilih harus mampu menjaga independensi Bank Indonesia, mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mempertahankan kepercayaan investor di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Proses suksesi yang cepat, transparan, dan sesuai mekanisme dinilai menjadi faktor penting agar gejolak di pasar keuangan tidak berkepanjangan.

 

Bagikan:

Iklan